Jumat, 18 September 2009

PKS Sediakan Posko Pijat di Enam Kota

TEMPO Interaktif, Semarang - Para pemudik yang kecapekan sangat disarankan untuk beristirahat. Di mana tempat yang enak untuk melepas lelah? Banyak pilihan seperti di rumah makan, masjid, pos polisi, atau posko yang didirikan sejumlah lembaga.

 
Warsomi Pejuang Mudik PKS PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Tim Humas   
Sabtu, 19 September 2009

Lebaran tidak berati mudik, Lebaran bagi Warsomi berarti memperbanyak pahala, dengan keahliannya mengendalikan setir mobil, Ia mengantarkan pengurus dan Kader PKS Jateng mudik kekampung halaman.

 

Lebaran bagi sebagian besar masyarakat adalah waktu yang paling indah berkumpul dengan keluarga, itulah yang menyebabkan sesulit dan sebesar apapun biayanya tradisi mudik sangat diminati seluruh penduduk negeri ini.

Namun ada yang berbeda bagi Warsomi (46 thn) lelaki yang setiap hari berprofesi sebagai sopir  DPW PKS Jawa Tengah ini, lebaran berarti saat nebar kebaikan  sebanyak-banyaknya. Betapa tidak, ditengah orang sibuk untuk menambah hari cuti kerjanya Warsomi malah tidak mau menggunakan kesempatan cutinya.

Menjelang lebaran seperti ini pria yang akrab disapa pak Isom ini sibuk melayani keluarga kader dan pengurus PKS Jawa Tengah untuk mudik ke kampung halaman. “biasanya antara 12 sampai 14 keluarga yang saya antar selama musim lebaran, dan kotanya berbeda-beda ada yang ke Jakarta, Jawa Timur dan paling banyak kota-kota di Jawa Tengah,”terangnya.

Menurut lelaki asli Boyolali ini kegiatan rutin yang dijalaninya selama 6 tahun ini berawal dari keprihatinan melihat repotnya mudik keluarga kader dan pengurus PKS. “ mudik dengan 7 sampai 11 anggota keluarga bukan sesuatu yang ringan, apalagi mereka rata-rata tidak punya mobil pribadi,”tegasnya.

Perihal biaya Warsomi menegaskan semua pelayanan diberikan secara gratis, karena  mobil dan bensinya disediakan oleh DPW. “yang penting dapat izin dari pak Prap(sekum DPW), langsung diantar, mereka telah bekerja dengan ikhlas dan terus menerus selama setahun, jadi lebaran diantar sampai rumah itung-itung sebagai THR mereka,”candanya.

Ditanya soal kapan waktu lebaran bersama keluarga, Warsomi mengaku sangat cukup, soalnya menurut kebiasaan Ia tiba dirumah menjelang subuh pas hari H lebaran, sehingga ia bisa sholat dan bersilaturahim dengan seluruh sanak kerabatnya. “ biasanya jam 14.00 berangkat lagi, waktu segitu sudah cukup soalnya saya kan nikah Pek-nggo ( ngepek tonggo-menikahi tetangganya sendiri) jadi ndak perlu pakai mudik,”tegasnya.

Warsomi melakukannya dengan setulus hati, prinsipnya sederhana ia punya tenaga dan keahlian sebagai sopir, dengan sarana itu Warsomi pingin masuk surga. Semoga selamat sampai tujuan pak Isom…

 
Berikutnya >

Polls

Bermanfaatkah Website PKS Jateng Ini Bagi Anda?
 

Newsflash

KUDUS – Menjelang tahun ajaran baru, Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) DPW PKS Jateng menggencarkan pelatihan yang ditujukan kepada aktivis dakwah sekolah (ADS). Seperti yang telah dilakukan di Islamic Center Al Fath Kudus pada awal Mei lalu. ”Kami memang menggencarkan pelatihan untuk murabbi pelajar.

 

Online

Saat ini ada 7 tamu online