| Puluhan Suara dimanipulasi, PKS Siapkan Pengacara |
|
|
|
| Ditulis Oleh Tim Humas | |
| Senin, 13 April 2009 | |
|
Semarang-Sejumlah kecurangan Pemilu terindikasi di beberapa wilayah di Jawa Tengah dalam masa rekapitulasi suara ini.Modusnya berupa penggelembungan atau pengurangan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Sulitnya saksi partai mendapatkan form C1 yang merekap suara di tingkat TPS membuat suara rawan dimanipulasi ketika dikirimkan ke PPK. Karena saksi partai tak bisa mengontrol kevalidan data tersebut sebagai pembanding,” tandas Humas DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah , Hadi Santoso, Minggu (12/4) di Semarang. Pihaknya, kata Hadi,menemukan fakta hampir hilangnya 50 suara PKS di kecamatan kota Wonogiri. Kemudian di TPS Cangaan Kecamatan Kota Karangnyar, 28 suara PKS sempat ditulis nol dalam rekap perolehan suara. Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Miri Sragen, 15 suara PKS nyaris dihilangkan. ”Hal semacam ini dilaporkan juga terjadi di Kabupaten Kota lain.Seperti Temanggung, Blora, Banjarnegara.Modusnya juga sama,yakni mengurangi atau bahkan meniadakan suara PKS di beberapa TPS,” tandas Hadi. Selain itu,lanjut Hadi, dirinya juga menemukan potensi kecurangan berupa jual beli surat suara yang tak terpakai atau tak tercentang untuk diberikan kepada pihak-pihak yang memesan. ”Beberapa caleg PKS di tingkat Kabupaten dan Provinsi sempat ditawari oleh oknum yang mengaku bisa mengatur suara,” terangnya. Menyikapi fenomena semacam ini, PKS telah melakukan tindakan antisipatif dengan menertibkan administrasi rekapitulasi perolehan suara di internal partai. ”Saat ini kami telah punya salinan form rekap suara C1 yang sudah terlegalisasi hampir seluruh TPS di Jawa Tengah. Jadi jika ada yang bermain-main dengan suara PKS, kami dapat dengan mudah memperkarakannya secara hukum,” tegas Hadi seraya menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah pengacara untuk advokasi suara PKS. Meningkat Sementara itu, perolehan suara PKS di Jawa Tengah terus meningkat. Walaupun tidak mencolok, terjadi kenaikan suara. Jumlah kursi pun juga diperkirakan bertambah. Ketua Umum DPW PKS Jateng Arif Awaludin menuturkan, di tingkat Provinsi PKS yang di Pemilu 2004 lalu hanya mendapatkan 7 kursi, pada Pemilu kali ini setidaknya bertambah minimal menjadi 10 kursi. Jadi seluruh daerah pemilihan terisi dengan kursi PKS. Sementara itu, lanjut Arif, di tingkat kabupaten/kota kursi PKS juga dalam trend yang positip. Daerah-daerah yang sebelumnya PKS tak mendapat kursi, Pemilu 2009 mulai terisi. Kebumen misalnya mendapat 4 kursi, Blora 4 kursi, Rembang 2 kursi, Grobogan 2 kursi, Kendal 2 kursi, dan Batang 2 kursi. Adapun pertambahan kursi, sebut Arif, misalnya terjadi di Wonogiri yang bertambah dari 4 menjadi 6 kursi, Pati dari 2 menjadi 4 kursi, Banjarnegara dari 2 menjadi 4 kursi, Purbalingga dari 1 ke 4 kursi, Pemalang dari 2 menjadi 5 kursi, Jepara dari 1 ke 4 kursi, dan Demak dari 2 ke 5 kursi. Arif menjelaskan, perolehan suara PKS di Jawa Tengah pada pemilu ini relatif lebih merata. ”Pemilih PKS tak hanya terkosentrasi di perkotaan, tapi juga sudah menyasar di daerah pedesaan. Ini indikasi bahwa PKS sudah diterima hampir di seluruh segmen masyarakat,” tandasnya. Sebenarnya, lanjut Arif, suara PKS bisa lebih besar lagi. Namun sayangnya, di lapangan indikasi praktek money politics begitu marak, khususnya sehari menjelang hari H pemilu. ”Beberapa daerah-daerah massa yang sebelumnya sudah menyatakan dukungan untuk PKS, berubah haluan setelah diserbu dengan modus pemberian uang kepada calon pemilih,” tutur Arif.(ab) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|





