Kapanlagi.com - DPW PKS Jawa Tengah untuk kali pertama pada hari Senin (7/3), mengirimkan kader perempuannya sebanyak 30 orang sebagai relawan ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), untuk membantu para pengungsi korban gempa dan tsunami di Aceh.
"Pemberangkatan relawan perempuan merupakan yang pertama kalinya dilakukan PKS Jateng. Mereka terdiri atas dokter, guru, psikolog, trainer dan ustadzah yang akan bertugas minimal selama satu bulan," kata Plh Ketua DPW PKS Jateng Amin Wahyudi di Semarang, Senin malam.
Relawan perempuan ini tergabung dalam relawan gelombang VI PKS Jateng yang totalnya berjumlah 55 orang. Mereka akan bekerja sama dengan koordinator Sahabat Wanita dan anak (SWA) Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Aceh (KKIA) Pusat.
Amin yang didampingi Humas DPW PKS Jateng Agung S mengatakan, pihaknya juga mengirimkan paket bantuan alat pendidikan, permainan anak, dan perlengkapan muslimah. Pengiriman papan tulis, buku, alat gambar, puzzle, sempoa, majalah anak, kitab suci Al-Qur`an, jilbab dan mukena itu bersamaan pengiriman 55 orang relawan.
Ia menjelaskan, pengiriman relawan perempuan ini dilakukan karena saat ini program penanganan bencana Aceh telah memasuki tahapan "recovery", terutama soal mental dan pendidikan. Sehingga peran kaum perempuan sangat dibutuhkan.
"Berdasarkan laporan tim evaluasi yang kami kirimkan sebelumnya, saat ini kondisi pengungsi di tenda-tenda masih dilanda depresi. Karena itu konflik antar pengungsi pun kerap terjadi," katanya.
Selain itu, kata dia, paling parah adalah "recovery" bidang pendidikan, di mana sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia sangat minim. "Di sana tidak ada papan tulis, kapur tulis, whiteboard, buku, meja, kursi, dan sarana lainnya," katanya mengutip laporan Ketua Pos Penaggulangan Bencana (P2B) Jateng, Madi Mulyono dan Humas KKIA Jateng, Hadi Santoso yang saat ini sedang melakukan evaluasi bantuan di pusat pengungsi Lambaro Aceh.
Di lain pihak, masih kata Amin, kondisi psikologis anak-anak pengungsi belum siap untuk memulai pendidikan, sehingga mereka perlu distimulan lewat berbagai macam permainan. "Mudah-mudahan relawan perempuan dan bantuan alat pendidikan yang kami kirimkan dapat membantu `recovery` para pengungsi anak dan wanita," katanya.
Dalam rombongan relawan kali ini turut pula seorang anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKS, Dra Siti Aisyah Dahlan. Anggota Komisi E (Bidang Kesra) tersebut akan bertugas selama dua minggu di Aceh sebagai tenaga pengajar Qur`an.
Selain sebagai anggota Dewan, Aisyah dikenal sebagai dosen dan Kepala Asrama Pendidikan Guru Pengajar Qu`ran (PGPQ) Raudhatul Mujawwidin, lembaga pendidikan yang menciptakan dan mensertifikasi metode pembelajaran baca Qur`an Qira`ati.
Aisyah mengaku dirinya merasa terpanggil untuk memberikan keahlian yang dimilikinya bagi korban tsunami. Selain itu, keberangkatannya ke Aceh sebagai upaya untuk menjaga "ruhiyah"-nya agar tetap memiliki "sense of crisis" terhadap apa yang dirasakan masyarakat.
"Mungkin selama di Dewan terlalu banyak disibukkan dengan urusan-urusan politik dan terlena dengan berbagai fasilitas. Semoga dengan keberangkatan ke Aceh ini dapat lebih mengasah hati nurani saya dan juga memberikan kontribusi bagi para saudara-saudara kita di Aceh," katanya. (*/rit)
Sumber: kapanlagi.com
( PKS Jateng )
KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…
Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…
Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…
Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…
INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…