| Jakarta | Senin, 11 Agt 2008
Jakarta|Jurnal Nasional
Sedikit berbicara tapi kaya aksi, perlahan tapi pasti. Setidaknya itulah salah satu strategi yang dimainkan kalangan perempuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terutama di wilayah Jawa Tengah (Jateng) menyongsong Pemilu 2009. Di tengah masih minimnya partai politik (parpol) yang memanfaatkan waktu kampanye sembilan bulan menuju Pemilu 2009, belasan ribu kader perempuan PKS yang tergabung dalam 8.764 pos wanita keadilan Jateng telah bergerak menjaring suara pemilih perempuan.
Saat ini sebanyak 17.465 kader perempuan PKS Jateng sudah bergerak ke desa-desa guna memastikan masyarakat terdaftar dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang diumumkan KPU 8 Agustus lalu. Kegiatan ini merupakan salah satu materi yang dilakukan perempuan PKS dalam menjaring suara pemilih perempuan yang dirangkai dalam tema besar kegiatan voter education yang akan terus dilakukan menjelang 2009.
“Kita sudah memiliki kader penggerak di setiap TPS, mereka saat ini sedang menyisir adakah masyarakat yang tidak tercantum dalam DPS, kita ingin semua masyarakat terlibat dalam pemilu mendatang,” kata Ketua Bidang Jaringan Politik Wanita DPW PKS Jateng Dyah Woro Haswini kepada Jurnal Nasional, kemarin.
Dyah Woro Haswini mengatakan PKS Jateng optimistis mampu meraih sekitar 20 persen atau 3,2 juta suara dari 16 juta suara pemilih perempuan di Jateng. Saat ini seluruh kader perempuan PKS telah bergerak ke desa-desa untuk meraih simpatik kalangan perempuan dalam pemilu mendatang. Perempuan PKS Jateng tetap menggunakan strategi direct selling dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga dalam kegiatan pendidikan pemilih yang dilaksanakan.
“Dengan model ini diharapkan dalam waktu 6 bulan dari 7,6 juta keluarga di Jateng sudah disambangi oleh seluruh kader PKS,” katanya.
Sekretaris Umum DPW PKS Jateng Sri Praptono mengatakan, partainya optimistis bisa meraih 15 kursi dari 100 kursi DPRD Jateng pada pemilu mendatang. PKS Jateng telah mempersiapkan calon anggota legislatif (caleg) lebih dini dibanding dengan partai lain, baik untuk DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota. Sebagai bentuk nyata persiapan, saat ini PKS Jateng telah menutup pendaftaran caleg dan akan segera didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) 14 Agustus mendatang.
”Untuk DPR RI kami telah memiliki 100 orang caleg, khusus untuk wilayah Jateng, sementara untuk DPRD provinsi sejumlah 110 orang, dan DPRD untuk 35 kabupaten/kota sebanyak 1.750 orang,” kata Sri Praptono.
Secara terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Jateng Muhammad Haris mengatakan dari 110 caleg DPRD provinsi sekitar 90 persennya berusia di bawah 50 tahun. Sementara, dari seluruh caleg yang diajukan sekitar 32 persennya berasal dari unsur perempuan. Bukan hanya sekadar formalitas, PKS Jateng telah menempatkan salah satu kader perempuan terbaiknya di caleg nomor satu.
Ketua DPW PKS Jateng, Arif Awaludin mengatakan guna menjamin keseriusan arah perjuangan PKS ke depan, seluruh caleg PKS telah menandatangani delapan agenda pokok perubahan yang akan diperjuangkan pada 2009-2014. Kedelapan agenda pokok perubahan tersebut adalah pengurangan angka kemiskinan, penanganan masalah kesehatan, pendidikan, clean governance, peningkatan ekonomi, pemerataan kesejahteraan masyarakat, penyelamatan lingkungan, serta pelestarian kebudayaan dan kesenian.
“Kita meminta semua caleg berkomitmen terhadap masalah kesejahteraan, sosial, moral, kebangsaan, profesional, kedaerahan, struktural, dan keagamaan,” katanya. (*)


