SUNGGUH menarik mencermati positioning dan arah kebijakan sebuah partai ke depan melalui slogan, pesan, atau jargon yang dilemparkannya ke publik. Kita dapat mengetahui personifikasi partai dan memprediksi gerakannya ke depan dalam dinamika politik.
Ketika pada 8-10 Oktober 2010 Partai Keadlian Sejahtera (PKS) Jateng menggelar musyawarah wilayah (muswil) II dengan tema ’’Bersama Membangun Jawa Tengah’’, mungkin publik bertanya apa yang sebenarnya diinginkan partai itu.
Apakah sekadar fenomena ikutan slogan Balik Ndesa Mbangun Desa-nya Gubernur Bibit Waluyo? Atau memang ada grand design menentukan positioning dari tema atau slogan politik tersebut dalam kancah politik di provinsi ini?
Slogan politik, menurut Robert Denton (1980), merupakan penyederhanaan ide-ide politik yang kompleks dan rumit. Slogan akan mengemas kata tekstual arah, kebijakan, dan program politik partai yang panjang dan cenderung normatif menjadi untaian pesan pendek dan simpel yang relatif mudah dicerna awam.
Slogan atau tema politik ’’Bersama Membangun Jawa Tengah’’ yang diusung dalam muswil kali ini juga dapat dianalisis sebagai pesan khusus untuk menyampaikan arah dan kebijakan partai, mengemukakan identitas dirinya, sekaligus tujuannya di masa mendatang. Pesan itu lahir bukan karena kebetulan melainkan disiapkan untuk merebut hati masyarakat. Apalagi PKS Jateng telah memproklamirkan dirinya untuk memperbaiki posisi dari peringkat empat pada Pemilu 2009 menuju tiga besar kekuatan politik dalam Pemilu 2014.
Pemilihan pesan politik muswil yang sarat dengan nilai-nilai inklusivitas dan pluralitas ini tak lepas dari transformasi PKS secara nasional yang mencanangkan diri sebagai partai terbuka dalam munas II di Jakarta, Juni lalu. PKS sebagai partai Islam makin mengkokohkan dirinya merangkul semua kalangan dari berbagai lapisan, termasuk tokoh dan masyarakat nonmuslim yang selama ini belum digarap optimal.
Dengan slogan baru nasional ’’PKS untuk Semua’’ dan segala bentuk publisitas yang me-nyertainya maka partai ini ingin membentuk jati diri baru, dari yang selama ini dikenal elitis dan eksklusif, menjadi partai massa inklusif, terbuka bagi semua pihak yang menerima platform-nya.
Ada beberapa hal yang bisa dianalisis dari slogan politik ’’Bersama Membangun Jawa Tengah’’. Pertama; PKS Jateng ingin memosisikan dirinya sebagai bagian dari budaya dan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa. Selama ini, beberapa pihak meragukan jati diri keindonesiaan kader partai ini karena acapkali terlihat bersinggungan dengan ciri khas budaya Timur Tengah tempat ideologi Islam PKS bermula. Bisa jadi ini terkait dengan proses transisi dari partai eksklusif menuju partai inklusif. Namun proses pendewasaan partai terbuka ini bisa berjalan cepat sehubungan dominasi kaum muda yang relatif mudah menerima perubahan
Semua Kalangan Kedua; ingin dipandang sebagai kekuatan politik yang egaliter dan layak disandingkan dengan lainnya. Sebagai salah satu kontestan politik, PKS di provinsi ini memperoleh 1.075.378 suara, setara 10 kursi di DPRD I. Namun sebagai entitas politik dalam dimensi yang lebih luas, bisa jadi masih dilirik sebelah mata. Karenanya, slogan itu digunakan untuk makin meneguhkan posisinya.
Ketiga; mengisyaratkan kesiapan bekerja sama dengan semua kalangan tanpa kecuali untuk memajukan provinsi ini. Sinyal kerja sama ini tidak dibatasi pada kelompok atau golongan yang mungkin selama ini dekat secara historis, ideologis, ataupun psikologis dengan PKS, dengan warna Islamnya. Bahkan dengan kelompok lain yang berjauhan secara ideologis siap bekerja sama dalam konteks membangun daerah ini.
Keempat; ingin menguatkan citra dirinya sebagai partai pekerja yang siap menyukseskan pembangunan. Partai Keadilan Sejahtera tidak ingin terjebak sebagai partai yang terus berada dalam aras konsep dan teori, namun telah menyiapkan kadernya, baik di parlemen maupun struktur partai, untuk bekerja bersama dalam pembangunan.
Kelima; arah, kebijakan, dan program partai tengah disiapkan dalam kerangka membangun provinsi ini. Slogan atau tema yang diusung dalam muswil ini merupakan respons dari ajakan Bali Ndesa Mbangun Desa yang akan dirumuskan secara konkret dalam muswil.
Setidaknya ada dua agenda khusus dalam muswil yang bisa kita lihat sebagai bagian dari upaya PKS Jateng mempercepat pembangunan. Pertama; perumusan konsep menjadikan kembali provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional. Kedua; perumusan solusi pengentasan masalah sosial. Jadi, tergambar jelas dalam muswil II, partai ini komit untuk membangun Jawa Tengah sebagaimana ajakan Gubernur. (10)
— Drs Abdul Fikri Faqih, MM Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah 2006-2010
Sumber: suaramerdeka.com
( Abdul Fikri Faqih )
KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…
Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…
Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…
Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…
INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…