Hadi Santoso, Aleg FPKS Jateng
SEMARANG (Suara Karya): DPRD Jawa Tengah mengusulkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah/beras petani diberlakukan selama satu tahun. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan fluktuasi harga komoditas serta menekan gejolak di pasaran. Anggota Komisi B DPRD Jateng Hadi Santoso menjelaskan, dengan pemberlakuan HPP rata selama satu tahun, maka harus merevisi Inpres Nomor 8 Tahun 2011 tentang kebijakan pengamanan cadangan beras pemerintah dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. "Dalam inpres ini, pembelian gabah/beras oleh Bulog bisa lebih tinggi," katanya di Semarang, kemarin.
Menurut dia, inpres itu cenderung mengangkat harga beras secara perlahan dan terus-menerus. Jadi mendorong kemungkinan adanya penyesuaian HPP yang dipicu oleh kenaikan harga beras di pasaran. Saat kondisi belum panen padi, beras ditahan, sehingga harga di pasaran naik yang dipastikan diikuti dengan terjadinya kenaikan HPP. "Namun, setelah HPP naik, harga pasar justru meroket dan memaksa HPP harus naik lagi. Ini terus berulang," ujarnya. (Pudyo Saptono)
Sumber: Suara Karya
( PKS Online )
KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…
Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…
Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…
Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…
INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…