Parlementaria
16 Desember 2011 | 10:58 wib Home » Parlementaria » Detail

Hadi Santoso, Aleg FPKS Jawa Tengah

Hentikan Bawang Merah Impor Masuk Jateng


image

SEMARANG, KOMPAS.com - Kalangan DPRD Jawa Tengah, mendesak pemerintah segera menghentikan praktik impor bawang merah.

Jika pemerintah berpihak petani, impor bawang merah harus distop, karena petani di Kabupaten Brebes dan sekitar sedang menghadapi panen.

Desakan itu disampaikan anggota Komisi B Bidang Ekonomi DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso dan Istajib, Kamis (15/12/2011), menanggapi keluhan petani bawang merah.

Harga bawang merah kini anjlok sampai 50 persen, akibat digempur bawang impor yang didatangkan para pedagang besar dari Jakarta maupun pedagang di Brebes.

Hadi Santoso menyatakan, harga bawang kering (askip) yang semula laku Rp 7.000 per kilogram, kini anjlok hingga merosot di harga Rp 3.400 per kilogram.

Bawang merah biasa sebelumnya Rp 5.000 per kilogram, kini anjlok hanya Rp 2.500 per kilogram.

Anjloknya harga bawang ini, bahkan dikabarkan menyebabkan petani bawang mengalami kerugian jutaan rupiah per hektarnya. Ada petani yang sampai menjual sepeda motor dan barang berharga lain, untuk menutup utang atas biaya tanam dan budidaya bawang merah.

Istajib menilai, praktik mendatangkan bawang impor ketika petani lokal sedang panen, sudah lama berlangsung. Biasanya bawang impor masuk dalam jumlah besar, menggunakan angkutan truk dengan kapasitas sekali angkut lebih dari 50 ton.

Bawang merah impor itu, oleh pedagang, kemudian dicampur dengan bawang lokal.

Bawang impor memang bentuk umbinya lebih besar, dibandingkan dengan bentuk umbi bawang lokal yang lebih kecil. Dari segi rasa, bawang lokal lebih gurih dan rasanya lebih menggigit. Bawang impor hanya menang bentuk lebih besar tetapi rasanya hambar, karena bawang impor lebih khusus untuk bawang bibit.

Praktik pencampuran bawang impor dengan bawang lokal ini, menyebabkan pedagang luar kota yang membutuhkan pasokan bawang jumlah besar, tidak teliti atas pembelian bawang dalam jumlah besar.

Bawang impor dijual di pedagang dengan harga dibawah Rp 6.000 per kilogram. Praktik pencampuran itu melibatkan pedagang, pemilik gudang dan pemasok bawang lokal terutama di daerah Kecamatan Bulakamba, Kersana, Tanjung, dan Kecamatan Brebes.

"Untuk membantu petani bawang lokal memperoleh harga yang menguntungkan, juga menahan gempuran bawang oimpor," kata Istajib, aggota DPRD dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.

Ia menambahkan, petani sebaiknya menahan lebih dulu hasil panen bawang untuk disimpan di gudang-gudang. Supaya petani tidak terbebani, sebaiknya Pemerintah Kabupaten Brebes dapat membantu meringkan biaya penyimpanan bawang supaya lebih awet dan tahan lama.

Sumber: Kompas.com

( Tim PKS Jateng Online )

UPDATE

18 Mei 2012 | 23:52 wib
Kemah PKS

194 Kader PKS berusia Lanjut, Antusias mengikuti Perkemahan PKS

image KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…


18 Mei 2012 | 23:01 wib
Milad PKS

Jalan Sehat Sejahtera SUKOHARJO

image Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…


17 Mei 2012 | 14:35 wib
Kabar Internasional

Koalisi Ikhwan – Salafi dalam Pemilu Mesir Dapat Lampu Hijau

image Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…


17 Mei 2012 | 13:53 wib
Kabar Internasional

Mau Dirikan Parpol, Salafi Yaman Siap Saling Melengkapi dengan Ikhwan

image Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…


17 Mei 2012 | 08:27 wib
Pilgub DKI Jakarta

Joko Widodo Kerahkan Seribu Orang Jawa Dukung HNW

image INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…

© 2011 PKS JATENG ONLINE