Sri Praptono, Aleg FPKS Jateng
SEMARANG– Proyek jalan tol seksi II Ungaran–Bawen sepanjang 11,9 kilometer yang ditargetkan selesai dalam waktu 18 bulan, terancam molor.
Penyebabnya, pembebasan lahan warga yang terkena proyek ini belum selesai 100%. Anggota Komisi D DPRD Jateng Sri Praptono mengatakan, saat ini lahan tol Ungaran–Bawen belum terbebaskan seluruhnya. Pekerjaan paket IV masih menyisakan lahan 10%.Sementara paket V, lahan milik PTPN dan tanah bondo desa belum terbebaskan 65%. Kemudian paket VI, masih menyisakan lahan 15% di antaranya sekolah, tempat ibadah dan PTPN.
“Paket V belum bisa dikerjakan fisiknya,karena belum terbebaskan 75%,” kata Sri Praptono. Pembebasan lahan ini sangat berpengaruh terhadap ketepatan pembangunan jalan tol.Karena itu,Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Nugroho berharap Tim Pembebasan Tanah (TPT) dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) menyelesaikan proses pembebasan lahan secepatnya.
Berdasarkan pengalaman terhadap jalan tol seksi I Semarang–Ungaran, pembebasan lahan menjadi hambatan serius. Menurut Ari,proyek tol bisa rampung lebih cepat dari rencana semula dengan catatan proses pembebasan lahan sudah selesai. Sebab, selama ini proses pembebasan lahan baru terealisasi 90% lebih.
“Kita ingin menegaskan pesan- pesan menteri dan gubernur atas percepatan selama 18 bulan. Sebab, saat pencanangan tol di Klepu, banyak direksi tidak hadir,”kata Ari di sela-sela pertemuan tiga kontraktor utama di tol seksi II, yakni direksi dan konsultan dari paket IV PT Pembangunan Perumahan (persero), paket V PT Adhi Karya (persero), dan paket VI PT Waskita Karya (persero).
Untuk merealisasikan target tersebut, dia meminta kontraktor melakukan pekerjaan dengan profesional. Di pertemuan tersebut juga dilakukan penandatanganan kemitraan terkait dengan pekerjaan yang akan digarap. Terkait antisipasi jalan ambles seperti pada proyek tol Semarang– Ungaran,Ari menegaskan TMJ sudah memetakan daerah rawan longsor di Desa Lemah Ireng, Bawen. ”Berdasarkan peta geologi,di Lemahireng tidak ada patahan,”paparnya.
Seperti diketahui,di Lemah Ireng akan dibangun jembatan sepanjang 899 meter. Jembatan ini diklaim terpanjang di Jawa karena di Jembatan Cipada Cipularang,Jawa Barat memiliki panjang hanya 600 meter. Bagian Teknik PT TMJ Adi Prasetyo menambahkan,untuk mempercepat pembangunan tol,warga seharusnya sadar dan ikhlas melepaskan lahannya.
Sementara itu, posisi Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) Agus Suharjanto kini telah diganti.Agus diganti-kan Jaja Sudrajat. Pergantian tersebut dilakukan karena jabatan yang bersangkutan telah habis. Komisaris PT TMJ Danang Atmodjo saat dikonfirmasikan membenarkan pergantian direksi di manajemen pengelola jalan tol itu. arif purniawan
Sumber: Seputar Indonesia
( Tim PKS Jateng Online )
KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…
Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…
Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…
Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…
INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…