BELAJAR: PKS Jateng terus berbenah menyiapkan diri sebagai daerah lumbung suara PKS. Termasuk belajar dari DPW PKS Jabar yang merupakan basis tradisional pemilih PKS selama ini. Tampak dalam gambar Ketua umum DPW PKS Jateng Fikri Faqih memberikan kenang-kenangan kepada Ketua Umum DPW PKS Jabar Tate Qomarudin saat studi banding ke Bandung, Ahad (13/11). (Foto: PKS JatengOnline)
INILAH.COM, Semarang -Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng diminta tetap solid dan fokus melakukan kerja-kerja riil di masyarakat guna mencapai target tiga besar Pemilu 2014.
Bahkan DPP berharap Jateng bisa menjadi lumbung suara terbesar partai saat berlangsungnya pesta demokrasi tersebut.
Demikian dikatakan Ketua Umum DPW PKS Jateng, Abdul Fikri Faqih, Jumat (18/11), ketika menjelaskan hasil silaturahmi jajaran pengurus PKS Jateng dengan Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmy Aminudin, serta Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq, di Lembang, Bandung, beberapa waktu lalu.
“Arahan dari DPP sudah tegas, Pemilu 2014 mendatang harus menjadi tahun kemenangan PKS di Jateng. Perolehan suara dan kursi ditarget harus naik minimal di atas 50% dari yang dicapai sebelumnya. Jadi kalau sekarang PKS punya 10 kursi DPRD provinsi dan 7 DPR RI, pemilu mendatang harus menjadi minimal 15 kursi di Jateng dan 11 kursi di pusat,” tegas Fikri yang juga merupakan wakil ketua DPRD Jateng tersebut.
Oleh karena itu, Fikri menegaskan, para pengurus DPW dan ketua-ketua DPD PKS se-Jateng diharapkan tetap solid menghadapi berbagai dinamika dan isu politik yang berkembang. Apalagi, PKS mulai diperhitungkan sebagai sebuah kekuatan politik yang sangat signifikan.
“Banyak pihak yang menilai PKS sebagai pesaing yang perlu diwaspadai, oleh karena itu, saya meminta kepada jajaran pengurus dan kader partai untuk jangan mudah terpengaruh diadu domba dan masuk kedalam agenda pihak-pihak lain,” tandas Fikri mengutip pesan ketua majelis syuro dan presiden partai.
Selain itu, secara khusus Presiden PKS juga mengingatkan kepada jajaran pengurus untuk menyiapkan calon-calon pemimpin kepala daerah. Bahkan, jika kondisinya memungkinkan, PKS Jateng harus mulai berani mengajukan kadernya sendiri untuk berkompetisi, baik di pilkada kabupaten/kota ataupun di pemilihan gubernur.
“Kursi eksekutif ini dipandang strategis untuk mewujudkan kerja nyata membangun daerah. Tidak bisa semata-mata mengandalkan perjuangan para kader di lembaga legislatif,” papar Fikri menjelaskan.
Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada DPW PKS Jateng, Hadi Santoso, mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang memproyeksikan beberapa tokoh-tokoh PKS untuk diajukan dalam berbagai pemilihan kepala daerah. Termasuk juga untuk calon-calon yang nantinya akan diikutkan dalam pilgub mendatang.
“Beberapa tokoh dari kader PKS terus kita godog melalui sistem kaderisasi kepemimpinan yang kita selenggarakan. Kalau sudah siap, maka kami akan segera mengumumkan nama-namanya ke publik,” pungkas Hadi. [mor]
Sumber: Inilah.com
KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…
Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…
Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…
Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…
INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…