Perempuan
10 Mei 2011 | 15:51 wib Home » Perempuan » Detail

Optimalisasi Peran Perempuan II


image

Sebagai perempuan (muslimah) kita harus bisa memerankan diri kita dengan sebaik-baiknya. Disamping peran utama kita sebagai hamba Allah dan sebagai da'iyah, paling tidak ada tiga peran untuk mengoptimalkan sebagai muslimah;

A. Sebagai Seorang Anak

Peran pertama adalah sebagai seorang anak. Tugas utama seorang anak adalah berbakti kepada orang tuanya, setelah sebelumnya ia menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya. Birrulwalidain merupakan kewajiban bagi setiap manusia sejak kecil hingga akhir hayatnya, tidak peduli apakah kedua orang tuanya merniliki akidah yang sama dengannya atau berbeda. Yang demikian itu disebabkan jasa kedua orang tua yang tidak mungkin dapat ditebus oleh anaknya, terkecuali jika seorang anak menda¬patkan kedua orang tuanya sebagai tawanan (budak), kemudian ia menebusnya dan memerdekakannya.

Seorang muslimah, apalagi yang sudah tertarbiyah senantiasa memuliakan orang tuanya, karena memahami bahwa keridhaan Allah menyertai keridhaan orang tuanya dan sebaliknya. Kesholihan pada diri seorang muslimah hendaknya dapat dirasakan oleh orang tuanya dengan bertambahnya kebaikan dan kebaktian sehingga menjadi sarana da'wah dalam keluarga. Perhatian dan kasih sayang hendaknya makin dirasakan oleh orang tua, bukan sebaliknya makin diabaikan. Naudzubillah min dzaalik.

B. Sebagai Seorang Istri

Peran kedua adalah sebagai seorang istri. Kita sebagai seorang istri merupakan pendamping utama seorang suami. Ada beberapa hal yg perlu ditunaikan sehubungan penghormatan kita kepada suami, seperti nasehat seorang ibu kepada putrinya ketika akan melepasnya untuk sang suami : "Hai putriku, camkan pesanku yang sepuluh (10) sebagai peringatan untukmu"
1. Bergaullah (berkawan) atas dasar kerelaan (ikhlas).
2. Bermusyawarah dengan kepatuhan dan ketaatan yang baik.
3. Jagalah selalu pandangan matanya, jangan sampai dia melhat sesuatu yang tidak menyenangkan hatinya.
4. Jaga bau-bauan yang sampai ke hidungnya, dan hendaknya dia selalu mencium wewangian darimu.
5. Jagalah waktu-waktu makannya dan ketenangan saat tidurnya, sebab perihnya perut disebabkan rasa lapar dapat mengobarkan amarah dan kurangnya tidur sering menyebabkan timbulnya rasa jengkel.
6. Jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat dan keluarganya.
7. Peliharalah harta bendanya, dirinya, kehormatannya dan anak-anaknya. Sesungguhnya menjaga harta bendanya adalah suatu penghargaan yang baik, dan menjaga anak-anaknya adalah perbuatan yang mulia.
8. Jangan engkau menyebarluaskan rahasianya dan jangan menentang perintahnya.
9. Jangan engkau terlihat gembira di saat dia sedang sedih dan susah, dan jangan bermuram durja ketika dia sedang bahagia,karena akan menimbulkan kesalahfahaman.
10. Muliakan dia agar dia juga memuliakanmu dan banyaklah bersikap setuju agar dia lebih langgeng menjadi pendampingmu.

Tarbiyah bagi muslimah diharapkan mengarahkan proses pernikahan yang sesuai kaidah syar'iyah dan kemaslahatan da'wah. Akhwat muslimah diharapkan mendapatkan suami yang mendukung da'wah dan mengoptimalkan berbagai potensi positifnya setelah menjalani kehidupan berumah tangga, mengelolanya agar senantiasa berada dalam ruang lingkup islami dan mendorong terbentuknya keluarga yang berkhidmat untuk Islam.

C. Sebagai Seorang Ibu

Ada sebuah kisah yang sangat bagus untuk kita renungkan sehubungan peran kita sebagai seorang ibu;

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke dunia. Sang bayi bertanya kepada Tuhan, "Para malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah?"
Tuhan menjawab "Saya telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu."
Sang bayi berkata "Tapi disini....., di Surga...., yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia."
Tuhan menjawab lagi "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih bahagia."
Sang bayi bertanya lagi "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan menjawab "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan
mengajarkan bagaimana kamu berbicara."
"Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi
saya?"
"Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal itu mengancam jiwanya."
"Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihatMU lagi."
"Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana agar kau bisa kembali kepadaKu, walapun sesungguhnya Aku selalu berada disisimu."
Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya perlahan kepada Tuhan, "Tuhan... jika saya harus berangkat sekarang, bisakah Engkau memberi tahu aku nama malaikat tersebut?"
Jawab Tuhan "Kamu akan memanggil malaikatmu....Ibu..."

Begitu mulianya tugas seorang ibu, hingga ia diibaratkan malaikat bagi anak-anaknya. Ibu sholihat ialah muslimah yang mentarbiyah anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT. Mereka tanamkan agidah Islamiyah shohihah ke dalam diri anak-¬anaknya dan mereka didik permata hati mereka untuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari kemaksiatan dan akhlaq yang rusak.

Mendidik putera untuk menjadi anak (generasi) yang diidam-idamkan tentunya merupakan tugas yang sangat pelik dan tidak semudah membuat kue donat, begitu bahan-¬bahan dicampur kemudian di kocok, maka jadilah adonan yang siap pakai. Untuk mendidik anak, ternyata diperlukan bekal ilmu, curahan pemikiran, kasih sayang serta ketrampilan. Sebagaimana diingatkan oleh Allah; "Dan hendaklah takut kepada-Ku orang-orang (tua) yang seandainya mereka meninggalkan dibelakang mereka generasi (anak-anak yang kurang pendidikan), sehingga lemah (dalam bidang Ekonomi, llmu pengetahuan dan Agama) sehingga kamu khawatir terhadap (nasib) mereka...' (QS,4 : 9)

Dra Yoyoh Yusroh mengatakan bahwa ciuman dan pelukan sayang dari orang tua akan sangat berefek pada anak sampai mereka dewasa. Oleh karena itu, bagi calon maupun yang sudah jadi umi dan abi, mari kita sayangi anak-anak kita, merekalah tiket masuk surga bagi kita. Insyaa Allah.

Maraji' : 1) Cahyadi&Ida, Menjadi Murabbiyah Sukses, 2) Abu Fathiya, Agenda An Nisa'

 

Sumber: http://umuazzam.multiply.com

( Arie Widiana, Ketua Bidang Perempuan DPD PKS Kudus )

UPDATE

18 Mei 2012 | 23:52 wib
Kemah PKS

194 Kader PKS berusia Lanjut, Antusias mengikuti Perkemahan PKS

image KUDUS - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu…


18 Mei 2012 | 23:01 wib
Milad PKS

Jalan Sehat Sejahtera SUKOHARJO

image Ikuti... Jalan Sehat SEJAHTERA yang diadakan DPD PKS Sukoharjo yang insyallah akan diadakan pada : Ahad, 27 Mei 2012 | Alun-alun…


17 Mei 2012 | 14:35 wib
Kabar Internasional

Koalisi Ikhwan – Salafi dalam Pemilu Mesir Dapat Lampu Hijau

image Setelah ulama Salafi Mesir Syaikh Muhammad Hassan mengatakan bahwa gerakan Salafi dan Ikhwanul Muslimin dapat membentuk…


17 Mei 2012 | 13:53 wib
Kabar Internasional

Mau Dirikan Parpol, Salafi Yaman Siap Saling Melengkapi dengan Ikhwan

image Salah seorang tokoh komunitas Salafi Yaman, Dr. Aqil Al Miqthari, menegaskan bahwa pihaknya akan mendirikan partai politik,…


17 Mei 2012 | 08:27 wib
Pilgub DKI Jakarta

Joko Widodo Kerahkan Seribu Orang Jawa Dukung HNW

image INILAH.COM, Jakarta - Dukungan terhadap pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik J Rachbini (DJR) digulirkan Joko Widodo.…

© 2011 PKS JATENG ONLINE